Profil Yayasan

Panti Asuhan Kurnia Asih Bandung

PSAA
'Kurnia Asih'

Sumber pembiayaan peduli anak yatim dan du’afa diperoleh dari masyarakat umum dan para donatur dengan tidak menutup kemungkinan adanya bantuan/sumbangan dana dari pihak lain dan lembaga pemerintah atau lembaga lainnya.
  • LATAR BELAKANG
    Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) “Kurnia Asih” berdiri sejak tahun 1999 dan berada di bawah naungan Yayasan Penderita Cacat Wiraswasta Indonesia (YAPWI) yang berdiri sejak tahun 1982 di Kota Bandung dengan Akte Notaris No. 22/Th/1982 dan SK Dinas Sosial Prop. Jabar No: 062/380/PRKS/84/2003. Dari sejak awal berdirinya hingga saat ini secara bertahap PSAA Kurnia Asih telah membina 25 orang anak asuh yang terdiri dari yatim, yatim piatu, tidak mampu dan anak terlantar. Sebenarnya masih banyak anak-anak yatim paitu, tidak mampu dan terlantar yang ingin mendaftar ke PSAA Kurnia Asih namun karena sarana dan prasarananya masih terbatas disamping belum memiliki pemasukan dana yang stabil terpaksa mereka belum bisa diterima namun sementara mereka hanya dibantu secara insidentil.
  • STATUS ANAK ASUH
    Anak asuh yang dibina di PSAA Kurnia Asih adalah anak asuh yang berstatus :1. Yatim/Piatu, yaitu anak yang tidak memiliki ayah/ibu
    2. Yatim Piatu, yaitu anak yang tidak memiliki ayah dan ibu
    3. Tidak Mampu, yaitu anak yang berasal dari keluarga tidak mampu/miskin
    4. Terlantar, yaitu anak yang ditelantarkan oleh keluarganya karena faktor keretakan rumah tangga

    Semua anak asuh tersebut sedang menjalani pendidikan formal pra sekolah, SD.dan SLTP. PSAA “Kurnia Asih” memberikan pula pelayanan kepada mereka baik pendidikan rohani dan pelayanan sandang serta pangan setiap harinya.

  • SIFAT PELAYANAN
    Pelayanan PSAA “Kurnia Asih” bersifat :
    a. Kuratif : berusaha untuk memulihkan secara normal bagi anak asuh dari gangguan yang tidak wajar dikarenakan berbagai hal.
    b. Rehabilitatif : Mendidik, membina serta membimbing anak asuh kembali menjadi anak yang cerdas, terampil dan memiliki cita-cita yang mulia
    c. Inovatif : dengan potensi yang ada pada mereka diarahkan untuk berfikir posiitif, berwawasan luas menuju kepada pembaharuan dengan pola pikir yang dinamis dan realistis.
  • FUNGSI
    Fungsi dan peranan panti sosial asuhan anak meliputi :
    1. Pemulihan: Mengembalikan kondisi anak asuh secara utuh, baik fisik maupun mental dan kehidupan sosial sebagai anak-anak pada umumnya.
    2. Perlindungan: Memberikan perlindungan serta pengawasan bagi anak asuh dari gangguan fisik, mental dan sosial terhadap pengaruh dari luar.
    3. Pengembangan: Menggali serta mengarahkan sumber daya yang ada pada anak asuh sehingga berdaya guna dan berhasil guna bagi dirinya maupun bagi kehidupan masyarakat pada umumnya.

Visi : Menumbuhkan rasa sayang dan menumbuhkan kepekaan sosial terhadap sesama, khususnya kepada anak-anak yatim, piatu, duafa sehingga terwujud insan yang mulia

Misi : Terselenggaranya kegiatan di bidang kesejahteraan sosial yang berkualitas, profesional dan islami serta memberikan ilmu,wawasan dan keterampilan kepada anak-anak yatim, piatu dan duafa sebagai bekal hidup agar menjadi insan berguna dan berakhlak mulia.

Tujuan : Membantu pemerintah dalam menangani masalah-masalah sosial dan membekali anak-anak yatim, piatu dan duafa agar lebih mandiri, memiliki keterampilan serta berwawasan luas.

  • PROGRAM KERJA PSAA KURNIA ASIH
    1. Jangka Pendek :
    a. Menyelesaikan pendidikan sekolah, setiap anak asuh harus dapat menikmati pendidikan
    sesuai dengan jenjang kelas mereka
    b. Mengusahakan SPP dan seragam sekolah sesuai dengan jenjang kelas masing-masing
    beserta kelengkapannya
    c. Memberikan pelatihan keterampilan masa depan seperti pembuatan kertas bungkus
    d. Melaksanakan kegiatan-kegiatan tutorial/conseling kepada seluruh anak asuh.
    e. Penjadwalan waktu belajar dan waktu beribadah

2. Jangka Panjang :
a. Pembelian tanah panti ditempat yang lebih luas
b. Membuka usaha jasa : Foto Copy, Komputer, Persewaan dan mini market
c. Mencetak kader yang berprestasi di bidang olah raga, kesenian, da’wah dan lain-lain
d. Melatih keterampilan (Elektronika, TV/Radio, cetak mencetak)
e. Melatih anak-anak menjadi pekerja sosial.

3. Program Kerja Yang Sedang/Sudah Dikerjakan :
a. Pembuatan asrama (Tiga lantai), sarana asrama, tempat belajar,
b. Pembayaran SPP
c. Menolong anak yang tidak mampu, yatim, dan terlantar
d. Pengetrapan waktu belajar/disiplin dan ibadah
e. Anjangsana

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui [261]. Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.[262]

[Q.S. Al-Baqarah (2) : 261-262]